Profil

Panggil Kami, The Breastfeeding Father !

Panggil Kami, The Breastfeeding Father !

Tanggal 1 – 7 Agustus setiap tahunnya diperingati sebagai Pekan ASI Sedunia, dan  tahun ini  memiliki tema Talk to Me! Breastfeeding – A 3D Experience. Tema ini diangkat untuk menekankan bahwa menyusui tidak semata kegiatan antara ibu dan bayi, tapi memerlukan dukungan dan pengertian dari pihak ketiga seperti suami, keluarga, lingkungan tempat tinggal, rumah sakit, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan juga pemerintah.

Tulisan kali ini mengangkat cerita dari beberapa ayah atau suami yang selama ini mendukung kegiatan menyusui istrinya dengan cara yang positif sehingga memudahkan ibu dan bayi melakukan kegiatan menyusui. Mereka semua pantas disebut sebagai Ayah ASI meskipun tidak menyusui bayinya secara langsung.

Berikut ada para ayah seksi, Akhmad Royandha (Roy), ayah dari Bilal Yusuf Latulatie Riza (Bilal) yang juga seorang DJ, Hendrasto Andeski, ayah dari Hazel Ahza Andeski (Hazel/ El) seorang pegawai swasta, dan Ernest Prakasa, ayah dari Sky Tierra Solana (Sky), juga pegawai swasta merangkap anggota divisi Komunikasi AIMI yang kami wawancara bagaimana mereka mendukung istri masing-masing dalam menyusui anaknya.

Saat istri sedang hamil, persiapan apa yang dilakukan ?

Roy : Saat istri hamil bulan ke 8, kami hunting RS & DSA yang mendukung ASI eksklusif & IMD. setelah berkeliling & bertanya kiri kanan, akhirnya dipastikan bahwa kami memilih salah satu RS dan DSA di Surabaya. Untuk shopping keperluan bayi kita ga mau terlalu heboh, belanja kebutuhan bayi saat mendekati hari kelahiran, kira-kira 3 hari sblm hari H.

Ernest :  join milis ASIX, tanya-tanya ke teman-teman yang sudah punya anak.

Andes : Cari informasi untuk mendukung perkembangan janin sewaktu el dalam kandungan, misal memenuhi kebutuhan akan gizi si ibu dan bayi dalam kandungan, buat suasana tenang di rumah dengan memutarkan lagu–lagu klasik. Menemani istri senam hamil dirumah dengan menggunakan media buku dan vcd, maklum karena kesempatan untuk ikut senam hamil massal sangat jarang mengingat kesibukan di kantor. Untuk mempersiapkan mental menemani istri nanti, saya juga hunting VCD proses persalinan. Dengan demikian jadi saya punya bayangan bagaimana proses melahirkan sesungguhnya. Sewaktu tahu bahwa istri ingin melahirkan langsung saya tanyakan mau kontrol dimana. Istri menginginkan ditangani oleh dokter kandungan perempuan dan direncanakan akan melahirkan di Ngawi. Setiap bulannya selama kehamilan kami rutin mudik ke Ngawi untuk kontrol kandungan. Dokter kandungan yang kami pilih tentunya yang sangat pro ASI dan IMD. Rumah Sakit tempat istri bersalin tidak jauh dari rumah orangtua di Ngawi, hanya berjarak 50m (berhadap hadapan). Rumah Sakit kecil tipe C yang mendukung kemauan Ibu untuk memberikan ASI dan tentunya terdapat rooming in (rawat gabung). Sedangkan dokter anak secara khusus tidak ada, kami berharap el selalu sehat. Alhamdulillah el sendiri jarang sakit. Untuk memantau perkembangan anak, kami lebih sering dengan memanfaatkan  posyandu yang ada.

Bagaimana proses IMD-nya ?

Andes : Sesaat setelah proses persalinan normal berhasil dilakukan, anak kami yang masih berdarah darah diletakkan diatas perut istri mencari puting untuk menyusui. Perlahan  dengan dipandu oleh dokter, hazel menemukan puting mamanya dan mulai menyusui untuk pertama kalinya. Saya sempat menyuapi istri dan menyodorkan teh hangat, walaupun dengan perasaan ingin pingsan, bukan hanya karena gembira dengan lahirnya el dengan sehat walafiat, tapi karena darah. Kenapa? Karena itu merupakan phobia terbesar, bahwa saya takut akan darah, ya untungnya, bisa saya kendalikan, demi istri tercinta dan si ganteng el. Istri saya terlihat sangat kelelahan namun tertutupi oleh rasa bahagia yang tiada terkira. Proses IMD dilakukan sekitar 30 menit, kemudian istri dapat langsung membawa anak kami ke kamar perawatan. Sejak saat itu istri dan anak tidak dapat terpisahkan.

Ernest : Sky didiamkan hampir 30 menit tapi tidak ketemu juga putingnya, akhirnya dibantu perlekatan.

Roy : Dari awal kami memang menginginkan agar anak mendapatkan asupan hanya dengan ASI saja, karena banyak manfaat yg didapatkan, semua yang dibutuhkan bayi sudah ada pada ASI, mulai dari zat utk kekebalan tubuh yg tidak didapatkan dari asupan lain, protein, lemak dsb, secara psikologis juga bisa mendekatkan ibu dan anak, dan tentunya bisa lebih berhemat, hehehehehe. Setelah bayi lahir, ia diletakkan di dada istri (proses persalinan SC), ia sudah bisa mengenlai puting tetapi belum bisa menyusu langsung. Waktu tidur malam, istri meminta rooming in agar bayi bisa tidur didada istri. Alhamdulillah jam 3 pagi bayi  udah bisa menyusu langsung. Untuk IMD sendiri tujuan kami adalah mengajarkan anak sejak bayi agar mempunyai kemauan keras, usaha, semangat mencari (dalam hal ini puting) yang mana harapan kami Insya Allah kelak akan bermanfaat juga dalam perjalanan hidupnya (mempunyai semangat besar untuk sukses baik dunia ataupun akherat). Amin Ya Robbal Alamin

Bagaimana cara mendukung istri untuk menyusui ?

Ernest :  dukungan moral, mengingatkan bahwa ini semua worth the effort. Plus dukungan tenaga
juga pastinya untuk merawat sky agar energi istri tetap tersisa untuk memberi ASI.

Roy : Segala sesuatu jika tujuannya untuk kebaikan 100% pasti akan saya dukung, bentuknya tentu macam-macam, sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini, saya mendukung istri dengan ikut serta hunting RS & DSA, selalui menyertai istri saat konsultasi kehamilan & hadir saat istri mendapatkan informasi dari ahli laktasi.

Andes : Untuk dukungan ke istri, untuk awal pasca el lahir tidak lupa selalu mengingatkan untuk makan yang cukup supaya kebutuhan ASI el terpenuhi. Seperti susu, hingga cemilan ringan sampai makanan berat selain juga memastikan kalo mamanya el ngga stess (maklum 2 bulan pertama kelahiran el posisi diluar kota jadi hanya bisa nemenin waktu weekend). Nah sewaktu libur dari kerja, saya gunakan untuk sebisa mungkin membantu istri mengurus el sebisa saya kala itu. Seperti menyendawakan el, gendong, gantiin popok kala malam hari, siapin mandinya el, dan sampai memandikan el. Paling tidak istri bisa istirahat tatkala ada saya. Dan semenjak el umur 3 bulan, kita baru berkumpul 1 rumah. Barulah saya berusaha seoptimal mungkin membantu istri dalam hal mengurus el. Tentunya yang saya bisa lakukan, yang pasti semua kegiatan  rumah tangga, kalo bisa saya handle, ya saya kerjakan. Dan saya berusaha buat suasana menjadi nyaman tatkala berada di rumah. Ya mungkin kasarnya saya lah ARTnya, hehe..

Kendala apa yang pernah dialami saat pemberian asi? Bagaimana cara penanganannya ?

Ernest : puji tuhan kami relatif lancar tanpa kendala

Andes : Pasca el lahir, karena rooming in, el selalu dalam dekapan mamanya, sesekali menangis, yang pastinya karena merasakan lingkungan berbeda setelah lebih dari 9 bulan dalam kandungan. Nah waktu  itu karena menangis (mungkin lapar) dan ternyata tidak keluar ASI, hanya berupa caira bening putih, dan kebetulan keluarga pada kumpul ada salah satu yang bilang, “Nangis laper tu anaknya, uda kasih sufor aja, kasihan nangis terus..”. Ya karena sudah dapet bekal yang cukup mengenai ASI, jadi saya tidak kuatir mengenai tidak keluarnya ASI beberapa hari pertama pasca melahirkan, dan saya pun tidak serta merta menerima saran tersebut. Dan membiarkan el minum. Dan saya tau bahwa menangis itu bukan karena laper, tapi dengan menyusu, bisa memberikan ketenangan bagi si bayi. Pada saat el mulai tumbuh gigi untuk pertama kalinya istri meringis kesakitan setiap kali menyusui, ternyata nipple lecet dan berdarah. Karena kasihan dan tak tega melihat istri kesakitan saya belikan salep khusus nipple dan menyiapkan air hangat untuk mengompres setiap selesai meyusui. Selain lecet nipple, el juga pernah lho  mogok minum ASI. Belakangan saya baru tahu istilah ini sering disebut Nursing Strike. El tiba tiba tidak mau disusui, cara yang kami lakukan adalah memerah ASI. Istri mengeluh payudara yang penuh dan berat terasa sangat sakit kalau tidak dikeluarkan. Saya menolong dengan menyediakan baskom air hangat untuk mengompres payudara dan gantian menimang El sembari menunggu ASI perah siap. Setelah ASIP siap saya memberikan ke el, untunglah kami pernah mengikuti Talkshow AIMI Jatim mengenai ASIP.

Roy : Diawal-awal istri sempat kesulitan karena belum menemukan cara yang pas dan  nyaman untuk menyusui, akibatnya puting istri sempat terluka walaupun tidak parah. Setelah berkonsultasi dengan ahli laktasi, alhamdulillah masalah bisa diatasi. Sebenarnya untuk masalah kenyamanan baik untuk ibu dan anak hanya masalah waktu saja, yang penting sabar dan ikhlas, nanti juga akan ketemu sendiri caranya.

Pesan dan kesan bagi (calon) breastfeeding father lainnya ?

Roy : Saya ga berhak menggurui, karena tiap manusia itu tidak ada yang sama, beda cara dan penanganan, cuma setahu saya dukungan kepada istri wajib hukumnya, kasih semangat, dihibur, dibantu, dipijitin, hehehehe..  karena pastinya mempunyai bayi itu sangat capek (tentunya secara fisik dan psikis), kalo bisa “capek” itu kita bagi dua, walaupun sebenernya kita tahu bahwa seorang ibu itu sudah diberi kekuatan super, tanpa perlu dibantupun seorang ibu secara naluri pasti akan merawat bayi atau anaknya dgn caranya masing-masing (tidak ada seorang ayahpun yang mampu menandingi hal ini). Kalau saya secara pribadi wajib punya andil dalam merawat anak sedari bayi, saya tidak ingin kehilangan moment ini (banyak ayah yg tidak mendapatkannya) dan di satu sisi juga agar secara psikologis seorang anak akan mempunyai kedekatan dengan ayahnya.

Ernest : belajar ttg ASI sedini mungkin. IT MATTERS!

Andes : Pesan saya, dukung selalu istri untuk pro ASI, buat suasana jadi nyaman tatkala kita dirumah. Karena kalo istri dikit aja stress, berpengaruh terhadap produksi ASInya lo, dan si  kecil juga akan rewel merasa tidak nyaman kalo dilingkungan tidak nyaman. Kalo kesan saya capek sedikit wajar tapi itu memberikan keasyikan tersendiri dengan jadi papa yang mendukung pemberian ASI.

Harapan bagi perkembangan asi di Indonesia ?

Andes : Sangat besar harapan saya bahwa seluruh anak indonesia dapat  ASI semua. Seperti  lirik dalam lagu anak sehat. Sangat disayangkan sekarang banyak ortu yang menyerah di awal. Dari pembicaraan yang sering saya dengar, mereka menyerah karena ASI tidak keluar atau kesibukan si ibu karena kerja. Padahal dengan ASI bisa mempererat hubungan anak dengan ibu, lebih dapat tercipta daya tahan baby terhadap alergi dan penyakit.

Ernest : Awareness perlu ditingkatkan, terutama bagi kaum pria. karna pria bukan tidak peduli, tapi tidak ada yang menyadarkan mereka bahwa mereka harus peduli, karena untuk sukses ASI, butuh teamwork ayah dan ibu.

Roy : Saya sih berharap para orang tua lebih memilih ASI daripada susu formula, manfaatnya juga luar biasa banyak baik itu untuk bayi dan ibu, disamping itu lebih praktis ASI lho, ga perlu duit banyak, tanpa manasin air, ngaduk dsb, bayi juga tidak perlu menunggu lama, dibuka langsung HAP, hehehehehe…

Ah, setuju banget deh dengan tiga ayah seksi ini! Dukungan mereka dalam pemberian ASI sangat besar. Bagaimanapun anak akan lebih bahagia dengan didampingi tidak hanya ibunya saja, melainkan juga ayahnya. Siapa ingin mengikuti jejak mereka??

Leave a Reply

*