AIMI, Jakarta (30/04): Menyusui bukan sekedar memberikan makan untuk bayi, tetapi juga mengalirkan cinta, memberikan yang terbaik untuk bayi dari segi intelegensia, dan kesehatan lahir batin. Hal inilah yang menjadi tema besar perayaan hari ulang tahun Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang ke empat.

Empat tahun yang lalu, sekumpulan ibu yang peduli terhadap pemberian ASI tergabung dalam wadah milis asiforbaby yang saat ini anggotanya di atas 10 ribu. Kemudian setelah beberapa kali pertemuan, mereka bersepakat membentuk AIMI.

Dikomandoi oleh Mia Sutanto (ketua umum), Nia Umar (wakil ketua umum) dan Farahdibha Tenrilemba (sekretaris jenderal), organisasi yang masih muda ini sudah meramaikan dunia perASIan di Indonesia. Dan sebagai wujud syukur AIMI ketika memasuki usianya yg ke empat, serangkaian acara sosialisASI dan konseling laktasi gratis diselenggarakan oleh AIMI, tidak hanya di Jakarta, tetapi di seluruh cabang AIMI: Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. "SosialisASI dan konseling gratis ini dilakukan oleh AIMI sebagai perwujudan syukur dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Terbukti antusiasme masyarakat terhadap menyusui semakin meningkat dalam satu tahun belakangan. Kami ingin membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang ASI dan menyusui yang benar", jelas Mia Sutanto ketika ditanya tentang rangkaian acara ulang tahun AIMI.

Rangkaian kegiatan ulang tahun ini kemudian di tutup dengan perayaan HUT AIMI berupa bincang-bincang bersama pakar ASI dan pakar intelegensia, di restoran Sindang Reret Jakarta Selatan, sekaligus peluncuran buku "Mama, Adik bayi makan apa?" Yang ditulis oleh Mia Sutanto. Buku yang ditujukan untuk anak-anak ini bertujuan memberikan pemahaman bahwa menyusui adalah norma, bukan sesuatu hal yang tidak lazim.

“Bincang-bincang bersama dr Utami Roesli SpA, IBCLC dan dari Pusat Inteligensia Kesehatan Kemkes akan mengupas bahwa menyusui melebihi dari sekedar memberikan ASI. Acara HUT AIMI yang ke-4 ini juga akan diramaikan oleh penampilan band, stand bazaar, dan pemberian konseling gratis bagi para ibu hamil dan menyusui,” dituturkan oleh Tanti Djafar, ketua pelaksana HUT 4 AIMI.

Selamat ulang tahun ke empat, AIMI! Semoga semakin banyak ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASI di Indonesia karena karyamu.

Fact Sheet AIMI: Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) adalah organisasi independen yang terbentuk dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI untuk bayi secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih. Saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya dirasakan kurang, baik itu perhatian dan dukungan dari pemerintah, masyarakat umum dan instansi swasta. Berbagai kegiatan telah dilakukan AIMI untuk mensosialisasikan ASI, antara lain kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI, talkshow MP-ASI sehat untuk bayi, AIMI Goes to Office yaitu sosialisasi mengenai ASI yang dilakukan di kantor-kantor, pemberian penghargaan kepada perusahaan yang mendukung pemberian ASI, konsultasi laktasi dan kegiatan lainya.


Contact Person AIMI:

Mia Sutanto AIMI Chairwoman mia.sutanto@aimi-asi.org

Sisca Baroto-Utomo Head of Communications Division sisca@aimi-asi.org

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Graha MDS lt. 3 Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34 Jl. RS. Fatmawati no. 39, Jakarta


Terdapat pada kategori Berita pada 03 May 2011

Informasi Lainnya

AIMI 15th SEHATI Virtual Run & Ride

MengASIhi x COVID-19

Menyusui Saat Positif COVID-19